Cari Berita
Anggota Komisi X DPR RI - Salomo Hutabarat

Salomo Hutabarat : Penyelesaian Masalah HAM Masa Lalu Di Selesaikan Melalui Rekonsiliasi

person access_timeKamis 14 Maret 2019 | 11:17 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - DPR RI menerima kunjungan dari SMA Negeri 3 Surakarta. DPR RI menerima kunjungan tersebut di wakili oleh Sekretariat Jenderal dan Salomo P. Hutabarat sebagai anggota DPR RI Komisi X dari Dapil Sumatera Utara II. Kunjungan Kerja ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa atas fungsi lembaga-lembaga negara termasuk DPR RI. Banyak masalah-masalah yang di kemukakan oleh siswa SMA Negeri 3 Surakarta berkaitan dengan proses pelaksanaan kehidupan bernegara.

Salah satu hal yang di kemukakan adalah mengenai proses penuntasan masalah HAM di masa lalu. Lebih lanjut Salomo P. Hutabarat menjelaskan bahwa tidak mudah menuntaskan masalah HAM di masa lalu karena menyangkut proses pembuktian dan saksi-saksi yang masih ada. Namun yang harus ditegaskan masalah HAM di masa lalu harus di ungkap dengan jujur dan jelas. Pengungkapan masalah ini tidak harus di selesaikan dengan prosedur hukum yang baku. Salah satu caranya adalah setelah masalah ini terungkap dengan jelas maka proses rekonsiliasi harus dilakukan. Disinilah peran negara dibutuhkan yaitu memberi ganti rugi kepada para korban pelanggaran masalah HAM masa lalu. Masalah yang diungkap dalam kunjungan tersebut adalah kegusaran dari para siswa terhadap perkembangan LGBT di Indonesia.

Dalam kaitan ini, Salomo P. Hutabarat mengatakan bahwa isu mengenai RUU LGBT sedang di bahas di DPR RI adalah sebuah hoax. LGBT adalah sesuatu yang dilarang dalam agama manapun di Indonesia dan sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai sumber tertib hukum. Oleh karena itu, sebagai siswa harus benar-benar mencermati jika ada berita-berita yang tidak mendasar dan jangan cepat-cepat di sebar luaskan.

Dalam kesempatan ini juga, beberapa guru mengemukakan masalah guru honorer dan tunjangan sertifikasi yang di terima tidak sesuai dengan jadwal. Lebih lanjut Salomo P. Hutabarat mengemukakan bahwa guru honorer merupakan perhatian dari DPR RI. Dalam kaitan ini, DPR RI akan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru honorer dan peningkatan tunjangan sertifikasi kepada guru-guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan para guru.

Mengenai sisi zonasi terhadap penerimaan peserta didik baru akan selalu di evaluasi agar melihat sampai di mana tujuan sistem zonasi tersebut dapat terlaksana. Banyak keluhan masyarakat terhadap sistem zonasi yang menghambat siswa untuk bersekolah di sekolah favorit. Di lain pihak juga ada yang mendukung sistem zonasi karena lebih memudahkan pengawasan terhadap siswa.  Mengenai sistem pendidikan yang di terapkan di Indonesia akan selalu di evaluasi apakah telah sesuai dengan kemampuan para siswa atau sudah di luar kapasistas penerimaan oleh siswa peserta didik. Memang banyak keluhan dari masyarakat bahwa sistem pendidikan di Indonesia menyebabkan peserta didik stress karena banyaknya pelajaran yang harus di ikutin. Namun bila kita merujuk pada negara lain misalnya, Korea Selatan maka jam pelajaran yang di terapkan di Indonesia masih tergolong tidak memberatkan. Di Korea Selatan jam pelajaran bagi peserta didik sangat padat sehingga waktu istirahat di rumah sangat singkat sekitar hanya empat jam saja.

Oleh kerena itu, menurut Salomo P. Hutabarat yang terpenting bukan banyaknya jam pelajaran yang di butuhkan tetapi konsistensi kita menerapkan program kurikulum yang sudah kita sepakati sebelumnya. Proses siswa menjadi pandai bukan hanya proses belajar di sekolah tetapi juga di tentukan oleh proses pembelajaran di rumah dan di lingkungan tempat tinggal.

folder_openAssigned tags

Komentar