Cari Berita
Anggota DPR RI - Rahayu Saraswati

Gerindra: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Pencegahan Gizi Buruk

person access_timeKamis 20 September 2018 | 08:27 WIB

Garudayaksa.com, Pandeglang - Kabupaten Pandeglang Banten menjadi salah satu lokasi yang ditentukan adanya gizi buruk (locus stunting) oleh Kementerian Kesehatan.

"Salah satunya di Kecamatan Koroncong, di mana Kementerian Kesehatan menemukan ada 4 desa dari 12 desa, terindikasi terdapat anak gizi buruk atau stunting. Saya tidak menutup kemungkinan stunting bisa ditemukan di desa lain, kita masih terus memeriksanya," ujar Camat Koroncong, Tita Yuningsih, saat menjadi pembicara peluncuran Gerakan Sedekah Putih yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten dan dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo selasa lalu (18/9).

Tita menyebutkan hasil pemeriksaan 
Puskesmas di wilayahnya hingga Agustus 2018 terdapat 95 anak di 4 desa yang terindikasi mengalami gizi buruk. 

Penyebab banyaknya anak menderita gizi buruk karena kemungkinan minimnya pengetahuan para ibu tentang anak sehat dan bagaimana membuat maupun menyediakan makanan atau minuman bergizi baik.

Ia berharap para ibu yang hadir di Gerakan Sedekah Putih mendapatkan pengetahuan yang cukup dan mampu membagi pengetahuannya kepada masyarakat sekitar mereka.

"Saya mengajak ibu-ibu untuk siap menjadi corong bagi seluruh masyarakat untuk mengatasi gizi buruk ini. Siap bu ya?," ucapnya dengan penuh tekad.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tiara Lutfi membenarkan kecamatan Keroncong merupakan satu dari 10 kecamatan yang difokuskan pada penanganan stunting di seluruh Provinsi Banten.

"Untuk tahun ini memang fokus kita ke daerah Pandeglang. Karena memang Pandeglang memiliki angka stunting dari hasil riset kesehatan daerah paling tinggi di tahun 2013. Kemudian 2015 dan 2016 angka stunting terus meningkat," ujarnya.

Anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendukung Gerakan Sedekah Putih bersama dengan Indonesia Bergerak dan Tidar Peduli yang memfokuskan penanganan anak dengan gizi buruk, air bersih serta sanitasi.

"Saya apresiasi gerakan Sedekah Putih yang menyasar salah satu permasalahan terbesar di Indonesia yakni gizi buruk. Di mana 35 persen atau sepertiga dari anak-anak Indonesia mengalami persoalan gagal tumbuh kembang tersebut," ujarnya.

Rahayu menegaskan kasus stunting ini menjadi keprihatinan bersama. Ia berharap  Gerakan Sedekah Putih dapat menyebar dan diterima seluruh pelosok negeri.

"Gerakan Sedekah Putih ini patut kita dukung dan tentunya membutuhkan kerjasama semua orang. Dan saya melihat emak-emak dan para bidan di Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk gerakan ini," ujarnya.

Pada acara ini dilakukan kegiatan sosialisasi mengenai pengetahuan stunting pada anak, launching air minum gratis Sedekah Putih, demo masak untuk makanan bayi dan pembagian jus susu kacang hijau dan obat untuk ibu hamil. 

Ketua Gerakan Sedekah Putih Banten yang juga Ketua Ikatan Bidan Provinsi Banten Yani Purwasih berharap gerakan ini memberikan efek positif bagi penanganan Stunting di Indonesia.

"Kami sangat serius menangani masalah gizi buruk. Kampanye informasi soal apa dan bagaimana mengantisipasi anak mengalami gizi buruk menjadi perhatian khusus. Begitu juga nutrisi yang harus dipenuhi ibu selama hamil," ujarnya.
 
***

folder_openAssigned tags

Komentar