Cari Berita

Jelang Pilpres 2019

ACTA

Bawaslu Nyatakan Tuduhan Mahar Sandiaga Tidak Terbukti, ACTA Gelar Syukuran

person access_timeMinggu 02 September 2018 | 08:38 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menggelar syukuran atas putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan tuduhan mahar terhadap calon Wakil Presiden (Cawapres) Sadiaga Salahudin Uno tidak terbukti.

 

“Hari ini kami melakukan prosesi potong tumpeng sebagai rasa syukur atas putusan Bawaslu yang menyatakan tuduhan mahar terhadap Sandiaga Uno tidak terbukti dan menyatakan beliau tidak melakukan pelanggaran Pemilu apapun,” kata Wakil Ketua ACTA Hendarsam Marantoko di Sekretariat ACTA, Jl Utan Kayu No.70, Jakarta Timur, Jumat Kemarin (31/8/2018)

 

Sejak awal, kata Hendarsam, kami sangat yakin jika tuduhan tersebut memang tidak benar, karena hanya dihembuskan berdasarkan tweet yang oleh Andi Arief sendiri dianggap sudah selesai.

 

“Dengan adanya putusan Bawaslu ini maka secara hukum nama baik Sandiaga, PKS, PAN serta entitas pasangan Capres Cawapres Prabowo -Sandiaga harus direhabilitasi,” tuturnya.

 

Ia mengungkapkan, satu minggu sebelumnya, ACTA sudah melakukan legal opinion kepada Bawaslu bahwa terkait yang diajukan oleh relawan Jokowi pada saat itu dianggap memang kurang bukti. “Disatu sisi laporan yang di ajukan relawan Jokowi itu terkait dengan statement pak Andi Arif terkait dengan mahar itu sendiri kan sudah dibantah oleh pak Andi Arif,” sambungnya.

 

Oleh karena itu, lanjut Hendarsam, tidak ada alasan sebenarnya bagi Bawaslu memproses ini ke tahap penyidikan. Akhirnya apa yang kami usahakan melalui legal opinion pada saat itu ternyata tidak diketemukan bukti yang kuat dan pak Sandiaga Uno tidak melakukan mahar politik.

 

“Jadi saya rasa tidak perlu lagi digoreng kekanan kekiri tidak perlu lagi ditarik kemana-kemana karna secara moral dan hukum juga dapat dipertanggung jawabkan oleh pak Sandiaga terkait apa yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

 

ACTA mengapresiasi dan berterima-kasih pada Bawaslu yang telah membuat putusan berdasarkan fakta-fakta yang ada dengan merujuk peraturan perundang-undangan yang relevan.

 

“Kami harap untuk waktu mendatang rekan-rekan Bawaslu bisa mempertahankan kinerjanya demi menjaga kualitas demokrasi pada Pemilu 2019,” imbuhnya.

 

ACTA juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan atau menghentikan segala bentuk fitnah ataupun segala bentuk sindiran berdasar fltnah soal mahar tersebut. “Mari kita hormati putusan Bawaslu sebagai institusi yang paling berwenang melakukan pengawasan Pemilu,” ajaknya.

 

Biasanya, tumpeng identik dengan nasi kuning dengan segala hiasannya. Namun, Syukuran ACTA ini menggunakan kue tar sebagai pengganti nasi tumpeng.

 

“Karna pak Sandiaga simbol milenial kita buat tumpengnya dengan tumpeng milenial, kue tar,” kata Ketua Pembina ACTA Habiburokhman.

 

Pemakaian kue tar sebagai pengganti nasi tumpeng juga dimaknai dengan harapan yang manis di pemilihan umum yang akan datang.

 

“Harapan kita ke depan Pemilu kedepan akan berjalan manis, sehingga menyenangkan seperti halnya kue tar ini tidak ada hoax, tidak ada fitnah, tidak ada tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, dan tidak ada persekusi terhadap orang yang berbeda pendapat,” pungkasnya.

folder_openAssigned tags

Komentar