Cari Berita
Ketua Umum PP Satria Gerindra - Moh. Nizar Zahro

Gerindra Tuding Ada yang Main Kayu untuk Tolak #2019GantiPresiden

person access_timeSenin 27 Agustus 2018 | 18:40 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Partai Gerindra mengaku prihatin dengan aksi persekusi terhadap Neno Warisman sang deklarator #2019GantiPresiden di area Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, pada Sabtu, 25 Agustus 2018.

Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro mengatakan, Miris dengan menyaksikan video yang beredar, di mana seorang emak-emak, Neno Warisman, dipersekusi di Bandara Pekanbaru," ujarnya dalam Keterangan kepada Garudayaksa.com

Nizar menganggap aksi itu bukanlah hanya penolakan terhadap Neno Warisma tetapi juga gerakan politik #2019GantiPresiden. Sebab sehari setelah peristiwa persekusi di Pekanbaru, massa pro dan kontra #2019GantiPresiden bentrok di Surabaya, Jawa Timur. Aparat dituding membiarkannya.

Anggota Komisi X DPR RI itu menolai kasus persekusi Neno Warisman di Pekanbaru dan Surabaya membuktikkan bahwa aparat tidak netral. Polisi dalam dua kasus itu lebih mendukung massa yang anti terhadap #2019GantiPresiden.

"Aparat sudah terseret dalam politik praktis. Logikanya, aparat tidak akan mungkin tunduk pada kemauan ormas. Aparat sejati hanya akan tunduk kepada undang-undang," katanya.

Menurutnya acara serupa sebenarnya sudah digelar di Jakarta, Medan, Batam, Banten, dan kota-kota lain sejak beberapa waktu lalu dan semuanya berjalan lancar. Tidak ada provokasi dan tidak ada teror. Kalau pun ada yang terprokasi, menurutnya, “itu hanyalah penguasa yang merasa terancam kedudukannya.”

Ketua Umum Satria Gerindra sangat menyayangkan di era reformasi seperti sekarang ada yang menggunakan cara-cara seperti itu. Dia menyebutnya dengan cara “main kayu”, yakni berbuat curang atau main kasar untuk menghabisi atau mengalahkan lawan.

"Masih memakai kayu untuk membubabarkan acara yang demokratis. Aparat mestinya sadar, sejarah sudah membuktikkan tidak ada yang bisa melawan kehendak rakyat. Seberapa banyaknya kayu yang digebukkan; seberapa pun kerasnya gebukan tersebut, tetap rakyatlah yang akan tampil sebagai pemenang," katanya.

Nizar mengingatkan, kegiatan deklarasai #2019GantiPresiden adalah acara yang konstitusional. Dijamin oleh konsitusi dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

 

folder_openAssigned tags

Komentar