Cari Berita
Felicitas Tallulembang

Dukung Program Swasembada Pangan di Luwu Raya, Felicitas Akan Perjuangkan RMU ke Mentan

person access_timeSabtu 11 Agustus 2018 | 12:43 WIB

Garudayaksa.com, Palopo -   

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, dr Hj. Felicitas Tallulembang berkomitmen memperjuangkan adanya Rice Milling Unit (RMU) di Luwu Raya, seperti yang ada di Sidrap.

Lantaran, setiap kali musim panen di Tanah Luwu , gabah hasil panen petani selalu lebih banyak dibawa ke Sidrap.

Selain itu, dengan adanya mesin RMU nantinya dapat juga mengontrol harga beli gabah petani di Luwu Raya, dan mendapatkan kualitas beras seperti yang ada di Jawa, serta mendukung swasembada pangan di Tanah Luwu.

Tahun ini, kata Felicitas, mesin RMU akan dibangun di Kabupaten Luwu. Namun, tidak tertutup kemungkinan, ia akan memperjuangkan ke Menteri Pertanian agar Luwu Raya kembali bisa mendapat lagi satu mesin RMU.

“Mau ditempatkan di Palopo, atau Luwu Utara atau Luwu Timur tak masalah yang penting bisa bermanfaat bagi petani. Tidak perlu lagi ke Sidrap,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian Kota Palopo, Kamis 9 Agustus 2018 dalam rangka penyerahan bantuan alat pertanian kepada sejumlah kelompok petani.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah ketua kelompok petani bahkan mengeluhkan lantaran hasil panennya banyak yang dibawa ke Sidrap. Disebabkan, di Tanah Luwu belum ada mesin penggiling padi (RMU).

“Insyaa allah, dalam rapat bersama menteri nantinya, usulan ini akan saya sampaikan. Yang penting lokasinya ada dan memenuhi persyaratan yang diminta,” jelasnya.

Serahkan Bantuan

 

Pada kesempatan yang sama, dr Hj. Felicitas Tallulembang juga menyerahkan 31 alat bantuan pertanian yang diperuntukkan bagi 18 kelompok petani di Kota Palopo.

Bantuan alat pertanian tersebut yakni 7 pompa air, 5 handtractor, 4 jonder, dan 15 handspraier.

 

“Bantuan ini akan diserahkan untuk 18 kelompok petani berdasarkan SK Menteri Pertanian. Namun tidak menutup kemungkinan bisa juga dipinjam kelompok lainnya, seperti untuk mesin jonder,” ungkapnya.

 

Dengan adanya bantuan alat pertanian yang digelontorkan di Kota Palopo, Felicitas berharap, produksi pertanian di Kota Palopo dapat meningkat lagi.

Penyuluh Pertanian

Dalam sesi tanya jawab, Felicitas mengungkapkan akan memperjuangkan adanya peningkatan biaya operasional bagi para penyuluh pertanian di Kota Palopo.

 

Sebagaimana diketahui, biaya operasional penyuluh pertanian sebanyak Rp400 ribu per bulan. Jumlah ini dirasa masih sangat kecil dengan naiknya berbagai macam harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.

 

“Kita sudah perjuangkan ke menteri biaya operasional bagi penyuluh kita minta kenaikan dari Rp1 juta sampai Rp1,5 juta,” jelasnya.

 

Diakhir pertemuan, Felicitas juga meminta petani agar tidak menjual kebun, sawah, dan ladangnya kepada orang lain. “Tanah ini modal para petani. Jangan kita mau seperti di Jawa, dimana petaninya tak punya lahan, tapi hanya numpang sewa. Ini saya ucapkan untuk melindungi daerah kita. Tanah kita harus milik rakyat Indonesia, bukan dimiliki pihak asing,” tandasnya.

folder_openAssigned tags

Komentar