Cari Berita
Prabowo - Sandiaga Uno

Prabowo Subianto - Sandiaga Uno Pilihan Terbaik Untuk Indonesia

person access_timeJumat 10 Agustus 2018 | 09:29 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Deklarasi calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno menjadi momentum penting bagi kelangsungan koalisi de facto antara Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketiga partai yang menjalin koalisi dari Pilkada DKI Jakarta dan Pilkada 2018 di beberapa daerah ini menunjukkan soliditas dan kekompakan meski melewati berbagai dinamika politik yang cukup menegangkan. Meski sejak awal telah mendukung Prabowo Subianto, tak sedikit elite PKS mengeluarkan ancaman akan hengkang dari koalisi. Bahkan hingga menit-menit akhir penetapan cawapres yang akhirnya jatuh ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno.

Saat menyampaikan pidato politik usai deklarasi Prabowo-Sandi, pimpinan PKS dan PAN tampak bersemangat menyambut penetapan Sandi sebagai cawapres. Bahkan Presiden PKS Sohibul Iman menyebut Sandi sebagai santri serta tokoh yang berprestasi dan berpengalaman.

"Kita berbahagia malam ini atas deklarasi pasangam capres-cawapres Prabowo-Sandi. Malam Jumat ini malam penuh berkah buat kita semua. Dua tokoh kita ini adalah pasangan yang berprestasi. Keduanya sangat tepat memimpin Indonesia lima tahun ke depan," kata Sohibul Iman pada saat deklarasi Prabowo-Sandi di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Sohibul mengatakan Prabowo adalah capres yang direkomendasikan dari hasil ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Dia juga menyebut Prabowo-Sandi adalah pasangan nasionalis-religius. "Koalisi de facto menghadirkan kepemimpnnan nasional dan Islam dalam konsep dwi tunggal," katanya.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan juga berpidato dengan berapi-api mengenai urgensi koalisi yang telah dibangun sejak beberapa waktu lalu. Menurut dia, PAN bersama Gerindra dan PKS memiliki cita-cita dan garis perjuangan yang sama. Begitu juga dalam hal penegakan hukum dan semangat untuk mengembalikan kedaulatan bangsa.

"Dua hari lalu saya tanya (Prabowo) soal penyelesaian kasus Novel Baswedan. Katanya tiga bulan kelar. Inilah kesamaan kami, sesuai cita-cita Indonesia yang merdeka. Itulah yang mempertemukan kita. Mohon dukungan dan doa," katanya.

 

folder_openAssigned tags

Komentar