Cari Berita
Waketum Gerindra - Sufmi Dasco Ahmad

Waketum Gerindra Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Danny Pomanto, Ini Sebabnya!

person access_timeJumat 13 Juli 2018 | 17:17 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, DR.Ir. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk mengambil alih kasus dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dialamatkan kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto.

Hal tersebut disampaikannya menindaklanjuti penyetopan kasus ini oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) lantaran dianggap tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Meminta secara resmi kepada Bawaslu RI untuk mengambil alih kasus Ramdhan Pomanto ini berdasarkan Pasal 17 Perbawaslu 14/2017 karena Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan tidak dapat menjalankan tugas, wewenang dan kewajiban," tegas Dasco melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/7/2018).

Penyetopan yang dilakukan Bawaslu Sulsel ini karena alat bukti yang disertakan dalam pemeriksaan kasus orang nomor satu Makassar ini dianggap minim. Padahal alat bukti yang diserahkan oleh Lembaga Advokasi Gerindra sudah sangat kuat. 

"Patut diduga bahwa Bawaslu Sulsel sudah melalaikan kewajibannya untuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilihan sebagaimana diatur Pasal 29 UU Pilkada," kata Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Selain itu Dasco juga menginstruksikan Lembaga Advokasi Gerindra untuk melaporkan Bawaslu Sulsel ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) RI dengan petitum meminta DKPP memerintakan Bawaslu Sulsel menindaklanjuti kasus Pomanto.

Sebelumnya Ketua Lembaga Advokasi Gerindra, Habiburokhman melaporkan Danny karena dianggap melakukan tindakan yang menguntungkan kolom kosong (Koko) dan merugikan pasangan calon (paslon) tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi di kontestasi Pilwalkot Makassar 2018.

Pihak pelapor melaporkan atas pelanggaran Pasal 188 UU Nomor 10 tahun 2016 Jo. Pasal 71 UU Nomor 10 tahun 2016.

folder_openAssigned tags

Komentar