Cari Berita
Diskusi Publik Kedai Kopi

Gerindra: Pilpres 2019 Pilih Presiden Yang Tidak Pro Pekerja Asing

person access_timeJumat 13 Juli 2018 | 09:22 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Pilpres 2019 harus dijadikan sebagai momentum untuk pergantian pemimpin yang baru.

Pasalnya, selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi bangsa. Sebaliknya, ekonomi malah kian terpuruk.

"Buktinya kita lihat harga listrik meroket, BBM naik semuanya. Teman-teman yang bisa ngopi ke mall-mall, coba datang mall sepi, mall-mall jadi restoran banyak orang beralih jadi kuliner. Usaha terjadi pergeseran karena daya beli masyarakat rendah ditambah lagi lemahnya rupiah," ujar Riza dalam diskusi KedaiKOPI bertajuk 'Arena Adu Opini: Ekonomi, Hukum dan Politik' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis kemarin (12/7).

Hal itu menurut dia karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang keliru. Pemerintah lebih berpihak pada pemodal asing ketimbang rakyat kecil. Buktinya, demi memperoleh modal asing, pemerintah malah mengeluarkan Perpres 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia yang justru mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk.

"Ini fakta di lapangan bahwa lapangan pekerja kita semakin sulit. Ini luar biasa saya beberapa waktu lalu ke Morawali, Kendari, satu pesawat hampir penuh sama tenaga kerja asing," tegasnya.

"Gerindra melihat Pak Jokowi tidak berpihak kepada masyarakat. Harusnya TKA itu dipersulit bukan dipermudah," lanjut Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Untuk menyelesaikan semua persoalan bangsa tersebut, anak buah Prabowo Subianto ini mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak salah memilih pemimpin pada Pilpres tahun 2019 nanti.

"Makanya jangan sampai kita salah pilih pemimpin. Kita membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan bekerja keras," demikian Riza.

folder_openAssigned tags

Komentar