Cari Berita
Sekjen Partai Gerindra, H. Ahmad Muzani

Gerindra Merasa Diteror dan Dihukum Hasil Survei

person access_timeSelasa 03 Juli 2018 | 16:40 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya merasa diteror oleh hasil sejumlah lembaga survei jelang pemungutan suara pilkada serentak 2018 lalu.

Salah satu contohnya di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah, di mana pasangan calon yang diusungnya, Sudirman Said dan Ida Fauziah, diprediksi akan kalah jauh dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

"Survei ini dikeluarkan hari-hari terakhir, maka itu kami merasa ketika survei dilakukan kami merasa di-adjust, di-framing, bahkan diteror, termasuk dihukum, lu hanya sekian persen. Itu menghukum partai pendukungnya, menghukum calon gubernurnya, dan pemilihnya," papar Muzani di rumah dinasnya, Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2018).

Hampir seluruh lembaga survei, menurut Muzani, mengeluarkan hasil risetnya menjelang pemungutan suara, bahwa pasangan Sudirman-Ida hanya akan mendapat 10 sampai13 persen.

"Namun apa yang terjadi? Pasangan tersebut mendapatkan 40 persen suara," katanya.

Padahal, menurut Muzani, survei yang dilakukan beberapa lembaga merupakan bagian dari keilmuan. Namun, lembaga survei dengan mudahnya berkilah bahwa melesetnya hasil survei karena mesin partai bekerja.

Hampir seluruh lembaga survei, menurut Muzani, mengeluarkan hasil risetnya menjelang pemungutan suara, bahwa pasangan Sudirman-Ida hanya akan mendapat 10 sampai13 persen.

"Namun apa yang terjadi? Pasangan tersebut mendapatkan 40 persen suara," katanya.

Padahal, menurut Muzani, survei yang dilakukan beberapa lembaga merupakan bagian dari keilmuan. Namun, lembaga survei dengan mudahnya berkilah bahwa melesetnya hasil survei karena mesin partai bekerja.

"Ngelesnya seperti itu, lah ini kan enggak ada akuntabilitas dan pertanggungjawaban intelektual. Lah lu gimana, masa kemarin pas survei ini kagak dibaca, begitu loh," ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Muzani, hasil pilkada 2018 tidak akan mengubah keputusan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Menurutnya, hasil pilkada tidak menggambarkan hasil pilpres nanti.

"Ya makin optimis, bahwa dari hasil pilkada itu kita makin optimis," cetusnya.

folder_openAssigned tags

Komentar