Cari Berita
Habiburokhman, Ketua Advokasi Hukum DPP Gerindra

Gerindra Anggap Ide Prabowo Untuk Mengembalikan Makam Pangeran Diponegoro ke Yogyakarta Baik

person access_timeSenin 02 Juli 2018 | 13:50 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ingin 'memulangkan' makam Pangeran Diponegoro ke kampung halaman di Yogyakarta. Gerindra mendukung ide Prabowo.

"Secara normal itu ide yang bagus sekali," ujar Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Senin (2/7/2018).

Habiburokhman punya alasan mengapa menyebut ide Prabowo itu bagus. Bagi Habiburokhman, andai makam Diponegoro dipindahkan, keturunan pahlawan Perang Diponegoro itu akan lebih mudah berziarah. 

"Karena keturunannya yang di Jawa akan lebih mudah, kalau budaya kita orang timur ini, berziarah. Anak cucunya juga gampang, 'oh itu kakek buyutmu'," tutur Habiburokhman.

"Ini juga bentuk reaksi kita atas kebijakan kolonial zaman dulu kan yang memang mengurangi perlawanan dengan melakukan pengasingan terhadap pahlawan-pahlawan kita," ucap dia.

Lalu, apakah Prabowo telah berkomunikasi dengan keturunan Diponegoro terkait keinginan pemindahan makam ini?

"Mungkin belum ya karena kan sulit juga mencari keturunannya," jawab dia.

Dalam halalbihalal yang digelar di aula Ir Soekarno di UBK, Jalan Kimia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/6), Prabowo mengatakan, sejak dia masih muda, dia gelisah dengan perlakuan maupun sisa-sisa perlakuan penjajah kepada rakyat Indonesia. Di suatu kolam renang yang ada di Manggarai pada tahun 1978, Prabowo menemukan adanya pahatan larangan kepada penduduk lokal untuk memasuki gedung itu.

Karena kegelisahannya itu, Prabowo ingin membuat perubahan. Dia pun mengungkap angan-angannya untuk memindahkan makan Diponegoro ke daerah asal mereka.

"Saya Ingin mengusulkan kepada Pak Amien Rais dan tokoh-tokoh, bahwa kita harus berjuang antara lain, saya ingin sebetulnya mengembalikan, makamnya Pangeran Diponegoro ke rumahnya di Yogya. Kita tahu arwahnya nggak di situ lagi, ini hanya simbol bahwa bangsa asing pernah menangkap, menjajah, perang lawan kita, pemimpin kita dibuang dan matinya pun dia enggak boleh ke rumah. Ke keluarganya," kata Prabowo.

Untuk diketahui, Pangeran Diponegoro atau yang bernama lengkap Bendara Pangeran Harya Dipanegara merupakan salah seorang pahlawan nasional yang memimpin perang melawan Belanda. Perang yang berlangsung dari tahun (1825-1830) itu kemudian dikenal dengan nama Perang Diponegoro. Karena siasat Belanda yang licik, Diponegoro diperdaya dan ditawan. Dia kemudian diasingkan ke Manado dan kemudian meninggal di Makassar pada 1855.

folder_openAssigned tags

Komentar