Cari Berita
Anggota Komisi IX DPR RI - Roberth Rouw

Roberth Rouw Dorong Pemda di Papua Keluarkan Peraturan Tentang Germas

person access_timeRabu 09 Mei 2018 | 13:01 WIB

Garudayaksa.com, Timika - Tidak semua masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), bahkan masih banyak masyarakat yang kurang menerapkan PHBS terutama di wilayah Papua. Hal ini terbukti dengan banyaknya perilaku kurang sehat terhadap lingkungan seperti buang air besar sembarangan, buang sampah sembarangan, kurangnya kepemilikan septic tank dan lain sebagainya.

Anggota Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan Papua, Roberth Rouw menuturkan, perilaku kurang sehat tersebut berdampak pada timbulnya penyakit seperti diare, Thypus, Hepatitis A, Cholera, dan lain sebagainya. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu program pemerintah untuk mengatasi masalah sanitasi (kebersihan) di Indonesia.

"Program ini bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. Dan itu harus kita mulai dari sekarang," kata Roberth dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (8/5/2018).

Politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan, saat ini masyarakat Papua mengalami perubahan pola hidup seiring perkembangan zaman. Duhulu, menurutnya orang-orang tua kita selalu melakukan aktivitas fisik setiap hari seperti menimba air disumur,  jalan kaki dengan jarak yang jauh, mencuci baju tidak menggunakan mesin, tapi sekarang masyarakat kebanyakan sudah tidak melakukan kegiatan fisik seperti itu lagi.

"Kita itu sekarang mau yang enak enak saja, termasuk soal makanan juga. Dulu kita makan hanya ubi, singkong dan sagu saja. Tapi dengan perkembangan zaman ini kita bisa makan apa saja yang kita mau yang membuat pola makan dan hidup kita yang menjadi tidak sehat. Karena makan yang berlebihan itu juga tidak sehat," tutur Roberth dalam keterangan kepada Garudayaksa.com

Karena itu saat ini masyarakat harus mengikuti gerakan hidup sehat. Pola hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga. Para kaum ibu harus ambil alih gerakan hidup sehat ini karena mereka yang menyiapkan segala kebutuhan keluarga dirumah. Ia menjelaskan, masyarakat Papua harus hidup lebih baik, jangan sampai kemajuan zaman ini membuat kita tidak hidup lebih baik.

"Tapi bukan hanya mama mama saja yang bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga, tetapi pemerintah daerah juga harus bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat," tegasnya.

Pria asal Serui Kabupaten Kepulauan Yapen ini juga menjelaskan, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai acuan Pemerintah Daerah dalam mensosialisasikan program hidup sehat untuk masyarakat. "Jadi gubernur, bupati, walikota wajib melaksanakan germas ini, dan diinstruksikan para pemerintah daerah membuat perda perda untuk mendukung ini," paparnya.

Ia menyarankan, agar pemerintah Kabupaten Mimika bisa membuat perda tentang bebas kendaraan bermotor (Car free day) pada setiap hari sabtu atau minggu seperti di Jakarta. "Sehingga semua orang bisa berkumpul untuk olahraga bersama jalan sehat dilokasi tersebut," imbuhnya.

"Jadi pemerintah daerah harus punya program untuk mendukung germas ini. Karena, kualitas manusia itu tidak hanya dilihat dari dia pintar saja tapi juga harus dilihat tentang kesehatannya. Saya juga waktu berdialog dengan Bupati Keerom dan Wakil Walikota Jayapura beberapa waktu lalu, saya meminta agar dibuat aturan untuk salah satu hari itu diwajibkan kepada para SKPD dan masyarakat untuk memakan ubi dan singkong, agar tubuh kita jadi kuat dan sehat," tandasnya.

folder_openAssigned tags

Komentar