Cari Berita
Aswari Rivai dan Ketua Umum, Prabowo Subianto

Pilkada Sumsel, Aswari : Pengalaman Kami Jadi Nilai Tersendiri

person access_timeSabtu 13 Januari 2018 | 11:06 WIB

Garudayaksa.com, Palembang - Empat bakal pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel, resmi mendaftar ke KPU Sumsel untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 27 Juni mendatang.

Keempat bakal pasangan calon tersebut, Ishak Mekki- Yudha Pratomo Mahyudin yang diusung partai Demokrat, PPP dan PBB (15 kursi), Herman Deru- Mawardi Yahya yang diusung Nasdem, PAN dan Hanura (16 kursi).

Kemudian bakal pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda diusung Golkar, PDI Perjuangan dan PKB (29 kursi), dan terakhir bakal pasangan Saifudin Aswari Rivai- M Irwansyah yang diusung Gerindra dan PKS (15 kursi).

Bakal calon Gubernur Sumsel Saifudin Aswari Rivai sendiri mengaku, dirinya optimis di Pilkada Sumsel, meskipun di Pilkada tersebut dirinya menghadapi keluarga petahana seperti Dodi Reza Alex yang merupakan anak Gubenur Sumsel Alex Noerdin, dan Wakil Gubernur petahana Ishak Mekki.

Namun dengan pengalaman dirinya menjabat Bupati Lahat dua periode, dan wakilnya satu periode menjabat Walikota Pangkalpinang, hal itu dianggapnya sebagai pembeda dari kandidat yang lain.

"Silahkan masyarakat menilai, kita tetap berharap, dan kita lihat semua calon bagus. Tapi silakan masyarakat menilai karena kita tidak bisa katakan jelek, namun kita percaya diri memiliki pengalaman dan sudah teruji, yang jadi penilaian sendiri bagi masyarakat soal kandidat," kata Aswari.

Sementara pendamping Aswari, M Irwansyah meski tidak mendapat rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk maju Pilgub Sumsel 2018, Irwansyah akhirnya "hijrah" ke Partai Keadilan Ssjahtera (PKS).

M Irwansyah sendiri mengaku, harus melepaskan keanggotaan di partai berlambang banteng moncong putih tersebut, yang sudah membesarkan dirinya khususnya mengantar di Pilkada Kota Pangkalpinang.

Namun ada alasan yang lebih menyentu hati.

"Saya hanya mengikuti ritme alam saja, meski saya dilahirkan PDI Perjuangan di dunia politik, tapi biologis saya orang tua, karena bagi saya restu bapak dan ibu saya itu lebih penting, untuk saya melangkah ke dunia politik pada saat saya pasrah untuk dicalonkan, dan saya menyerahkan kepada Allah untuk diridho, jika saya harus menuntaskan di Pangkalpinang maka akan saya selesaikan diakhir jabatan tapi rencana bujan tiba-tiba tapi fixnya baru setepah umroh sehingga memutuskan maju Pilgub Sumsel, dengan komunikasi Gerindra dan PKS," capnya.

Diterangkan Irwansyah, dirinya bersama Aswari hampir banyak memiliki kesamaan, dan kamistri yang baik dengan misi melanjutkan pembangunan yang ada di Sumsel.

"Kami berdua selama ini apa adanya, dan kami saling menerima satu sama lain, serta tidak janji muluk- muluk," bebernya.

Ditambahkannya, pengunduran dirinya sebagai kader PDI Perjuangan saat ini mungkin dalam proses dan saat ini dirinya sudah menjadi kader PKS.

"Intinya saya mohon doa restunya, mohon dengan hijarh ini dapat berkah untuk semuanya dan masyarakat Sumsel. Ini sudah niat saya maju Pilgub Sumsel karena saya ingin satu periode saja di Pangkalpinang," tegasnya.

Dilanjutkan Irwansyah, Sumsel bukanlah daerah baru baginya, karena Sumsel khususnya Palembang merupakan kampung halamanan nenek/buyang di kawasan 3 ilir.

"Ikhtiar kami mengabdi untuk Sumsel nanti bisa manat, kenapa pilih Aswari, beliau 2 periode sebagai Bupati yang berpengalaman, terbukti dan teruji. Selain dianggap mirip, saya rasa inilah yang paling keren," pungkasnya.

folder_openAssigned tags

Komentar