Cari Berita
bambang haryo

Bambang Haryo Minta Kimia Farma Turunkan Harga Jual Obat

person access_timeSenin 08 Januari 2018 | 09:03 WIB

Garudayaksa.com, Surabaya.

Sebagai salah satu perusahaan farmasi milik negara, Kimia Farma menjadi sorotan masyarakat dalam pelayanannya. Di tengah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang tidak menentu, Kimia farma dinilai masih mematok harga jual yang lebih mahal daripada apotek umum lainnya. 

Hal ini diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat melakukan reses, Kamis ( 4 /1) di kantor PT. Kimia Farma Unit Bisnis Surabaya. Pihaknya melihat Kimia Farma adalah BUMN strategis yang harus menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, ia berharap Kimia Farma dapat memberikan harga yang terbaik untuk masyarakat umum.

"Saya melihat Kimia Farma sudah menjadi agent of develoment melayani keperintisan, stabilisator pasar dari sisi kualitas maupun kuantitas dapat melayani masyarakat. Namun harganya memang masih sedikit tinggi dari apotek lainnya. Saya menyadari itu karena sebagai perusahaan BUMN harus membayar pajak sebesar 10 persen," kata politisi Gerindra ini.

Sementara itu, menurut Imam Susanto, Bisnis Manager Unit Bisnis Surabaya PT. Kimia Farma, pihaknya tidak memungkiri harga obat di tempatnya sedikit mahal, karena selain harus membayar pajak sebesar 10 persen, pihaknya mengambil produk dari distributor resmi.

"Selain kami harus membayar pajak 10 persen dan produk diambil dari distributor resmi, kami memiliki biaya operasional untuk perawatan outlet. Namun dalam waktu dekat di pusat sedang berusaha melakukan upaya untuk mendapatkan harga barang lebih murah," jelas Imam Susanto pada wartawan.

Hingga awal 2018, unit bisnis surabaya sendiri telah memiliki 42 outlet dan ditargetkan sampai akhir tahun nanti dapat tercapai 50 outlet.

Imam menambahkan, selama tahun 2017, pertumbuhan Bisnis Unit Surabaya mencapai 10 persen di kisaran Rp. 153 miliar, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata nasional pabrik farmasi yang hanya berkisar di atas 2 persen. Sedangkan di tahun 2018 ini ditargetkan dapat mencapai 25 persen di kisaran RP.250 milliar.

folder_openAssigned tags

Komentar