Cari Berita
Anggota Komisi I DPR RI - Elnino Mohi

Insiden Deportasi Ustadz Abdul Somad, Gerindra Minta Presiden Harus Cabut Bebas Visa untuk Cina

person access_timeSelasa 26 Desember 2017 | 09:12 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Elnino H Mohi menyesalkan insiden deportasi yang dilakukan otoritas Hongkong terhadao Ustadz Abdul Somad baru-baru ini.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa para ustadz yang kita hormati di negara ini justru dianggap sebagai teroris di Cina," ungkap Politisi Gerindra ini.

Tak hanya itu, Elnino menduga bahwa insiden deportasi tersebut sebagai sikap arogansi pemerintah Hongkong, yang notabene dibawah otoritas Cina.

"Mungkin sekali pemerintah Cina tidak mau berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia mengenai hal itu, sebab pemerintah Cina tidak percaya kepada pemerintah Indonesia atau karena pemerintah Cina tidak menganggap penting untuk koordinasi dengan pemerintah Indonesia," tandasnya.

Disarankannya, agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas atas kejadian tersebut.

"Presiden RI patut membuat pernyataan ke dunia internasional bahwa para ulama Indonesia bukanlah teroris dan bahwa pemerintah Indonesia tersinggung jika ulamanya dianggap sebagai teroris," ungkap Sekretaris Fraksi Gerindra MPR RI ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan otoritas Hongkong harus mendapatkan perlakuan setimpal dari pemerintah Indonesia.

"Presiden sudah dapat mencabut kebijakan bebas visa bagi rakyat Cina yang masuk ke Indonesia karena kasus ini. Apalagi kebijakan bebas visa tersebut tidak berlaku resiprokal. Orang China gratis masuk Indonesia, warga kita harus bayar visa jika masuk ke China," tegasnya.

"Mestinya otoritas imigrasi China melakukan konfirmasi kepada kedutaan Indonesia di sana sehingga tidak asal mendeportasi orang. Sudah segini parahkah pandangan orang luar terhadap ulama Indonesia?," tutup Ketua DPD Gerindra Gorontalo ini.

 

folder_openAssigned tags

Komentar