Cari Berita
Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan menyerahkan bantuan berupa alat dab bahan cat untuk tempat ibadah saat sosialisasi KIE Kreatif BKKN di Desa Tegalharjo, Trangkil

Sri Wulan Edukasi Program KB untuk Kesejahteraan Masyarakat

person access_timeSabtu 25 Nopember 2017 | 17:46 WIB

Garudayaksa.com, Kudus - Banyak masyarakat yang memahami program Keluarga Berencana (KB) hanya tentang alat-alat kontrasepsi. Padahal penerapan KB bukan hanya alat-alat tersebut saja.

Hal ini dikatakan anggota DPR RI Sri Wulan dalam sosialisasi KIE Kreatif BKKBN di halaman Balaidesa Tegalharjo sore kemarin. ”Masyarakat berpikirnya masih seperti itu, makanya kami lakukan edukasi. Kegiatan ini tak lebih adalah proses transfer of knowledge untuk masyarakat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

KB, lanjut Sri Wulan, merupakan sebuah perencanaan dalam berkeluarga. Sama dengan kepanjangannya yang merupakan Keluarga Berencana. Jadi dari situ dapat dipahami bahwa KB bukan hanya alat-alat saja. Tetapi lebih kepada proses perencanaan dalam membangun keluarga.

”Makanya di dalamnya melarang untuk pernikahan usia dini. Hal ini dimaksudkan agar keduanya mantap untuk menikah. Diukur dari fisik maupun mental. Diharapkan nanti punya anak sudah benar-benar dewasa pikirannya. Kalau masih muda, suka dolan, nanti malah punya anak dititipkan ke orang tuanya,” imbuh anggota komisi IX ini.

Sementara itu mantap fisiknya lanjut Sri Wulan, supaya benar-benar siap alat reproduksinya. Sehingga tidak terjadi lahir prematur, kemudian tidak menjadi penyebab angka kematian ibu bayi juga.     

”Untuk itu disarankan menikah di usia 21 tahun. Supaya baik fisik maupun mental anak benar-benar sudah siap,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Edy Sukotjo Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Jawa Tengah mengatakan hal yang senada, agar pernikahan usia dini ini dapat dihindari. ”Persalinan di usia dini memang rentan akan kematian saat melahirkan,” katanya.

Selain itu, ia berharap dengan agenda sosialisasi seperti ini akan berhasil. Sebab disampaikan secara kreatif.

”Dampak tidak suksesnya program BKKN adalah terjadinya ledakan penduduk. Dengan ini akan terjadi masalah seperti pemenuhan pangan. Makanya sosialisasi semacam ini diperlukan untuk terus mengedukasi masyarakat betapa pentingnya ikut program KB ini,” harapnya.

Sementara itu, di Kecamatan Gunungwungkal, program sosialisasi semacam KIE Kreatif BBKN sangatlah baik. Untuk menyukseskan sebuah program, tentu harus ada sebuah jejaring yang baik.

Hal ini disampaikan Edy Sukotjo Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Jawa Tengah saat sosialisasi di Desa Perdopo Kecamatan Gunungwungkal kemarin.

”Sangat bagus. Kami memang perlu membuat jejaring, untuk keberhasilan program KB ini. Nah salah satunya dengan menggandeng Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Hal ini, lanjut Edy, diharapkan menjadikan program BKKBN lebih baik lagi. Pencapaian programnya mesti meningkat. ”Apalagi dengan sosialisasi yang menarik seperti yang dilakukan kali ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Edy menuturkan, program pengendalian penduduk ini sangat penting. Terutama untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang ideal, agar tak terjadi ledakan penduduk yang dampaknya berakibat pada bencana sosial, seperti masalah pemenuhan pangan.

Sementara itu, Anggota DPR RI Sri Wulan menuturkan, akan terus mengedukasi masyarakat terkait program KB ini melalui kegiatan KIE Kreatif. Program KB memang sangat penting. Hal ini selain antisipasi lonjakan kependudukan, juga sebagai media untuk merencanakan keluarga.

“Jadi kami harap nanti setiap pasanagan yang sudah menikah dapat merencanakan betul bagaimana berkeluarga, kapan punya anak, jeda kelahiran anak pertama dengan kedua bahkan sampai nanti pendidikannya seperti apa,” jelas Sri Wulan.

Setelah acara sosialisasi ini, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi  roadshow di sepuluh tempat di empat kota. Meliputi Pati, Rembang, Grobogan, dan juga Blora.

folder_openAssigned tags

Komentar