Cari Berita
Anies Baswedan & Sandiaga Uno

Anies-Sandi di Lantik, Rupiah Ditutup Menguat

person access_timeSenin 16 Oktober 2017 | 17:24 WIB

Garudayaksa.com, Jakarta - Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022, setelah mereka dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, senin (16/10). Pasar pun merespons hal tersebut dengan positif. Rupiah pada hari ini, Senin (16/10), ditutup menguat.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, terpantau menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 16.45 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 13.476 per dolar AS atau terapresiasi 22 poin (0,16 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.498. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.451-Rp 13.489 per dolar AS.

Usai pelantikan, Anies dan Sandi melakukan jalan kaki menuju ke Balai Kota untuk melakukan proses serah terima jabatan (sertijab), Alunan musik tanjidor dan tarian selamat datang akan mengiringi masuknya Anies-Sandi ke komplek Balai Kota.

Kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bagi mayoritas warga Jakarta yang memenangkannya tentu membawa harapan yang besar, terutama janji atas pengelolaan kota yang akan mengedepankan partisipasi warga.

Sebanyak 23 janji kerja diterjemahkan menjadi 167 program dan 527 kegiatan yang terbagi ke dalam 14 bidang. Program tersebut rencananya akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan.

Dari 23 program tersebut, ada empat program yang menjadi prioritas. Yaitu program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE), Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), Kartu Jakarta Sehat Plus (KJS Plus) dan rumah dengan uang muka nol rupiah.

Lewat OK OCE Anies-Sandi ingin melahirkan 200.000 pengusaha baru. Program ini sudah berjalan sejak kampanye serta turut melibatkan masyarakat.

Berdasarkan data dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 berjumlah Rp62,47 triliun. Komposisi dan pembiayaan terbesar ada di sektor pendidikan mencapai Rp17,49 triliun.

Anies-Sandi  nantinya bisa menggunakan anggaran sedikitnya Rp420 miliar per hari agar APBD terserap habis hingga akhir 2017. Mengingat Pemprov DKI baru menyerap APBD 2017 sekitar 47,1 persen, sementara waktu yang tersisa hanya tinggal 2,5 bulan.

Implementasi KJP Plus sangat memungkinkan bila mengacu pada penjelasan Sudirman. Apalagi pendidikan merupakan sektor pembiayaan terbesar. Tapi tentu implementasi bukan hanya sekadar implementasi, Anies-Sandi harus membuat regulasi terlebih dahulu.

Program Anies-Sandi lainnya yang juga dinanti  warga Jakarta adalah rumah dengan uang muka nol rupiah. Program ini diklaim sebagai solusi kekurangan hunian warga Jakarta. Anies-Sandi ingin membangun hunian tersebut selama lima tahun.

Setumpuk janji Anies-Sandi itu menjadi tanggung jawab mereka terhitung sejak dilantik hari ini, Senin (16/10). Seluruh Warga DKI Jakarta bertumpu pada pemimpin baru dan janji-janji yang mereka koarkan selama berkampanye.

 

folder_openAssigned tags

Komentar